|
Anggaran Pengembangan Tenaga Teknis Naik Hampir 400 Persen |
|
Dimuat Oleh Hadi
|
|
Jumat, 20 Januari 2012 |
Anggaran Pengembangan Tenaga Teknis Naik Hampir 400 Persen 
Disaksikan Sekretaris Ditjen Badilag Farid Ismail, Dirjen Badilag Wahyu Widiana menyerahkan pagu anggaran kepada Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama Purwosusilo. Jakarta l Badilag.net Pagu anggaran untuk peradilan agama tahun 2012 mengalami penurunan dibanding tahun 2011. Kendati demikian, khusus untuk kegiatan pengembangan tenaga teknis peradilan agama, terjadi kenaikan yang sangat drastis. Hal itu terungkap dalam acara Penyerahan Petunjuk Operasional Kegiatan atas DIPA Ditjen Badilag, Senin (16/1/2012). Acara ini dihadiri Dirjen Badilag, para pejabat II hingga eselon IV Ditjen Badilag. Tahun ini pagu anggaran untuk program peningkatan manajemen peradilan agama berjumlah Rp 127 miliar atau berkurang sekitar Rp 3 miliar dibanding tahun 2011 yang berjumlah Rp 130 miliar. Pagu anggaran sebesar itu untuk Ditjen Badilag dan seluruh pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding di lingkungan peradilan agama. Tidak berbeda jauh dengan tahun sebelumnya, tahun ini program peningkatan manajemen peradilan agama dibagi menjadi enam. Keenamnya adalah program peningkatan manajemen peradilan agama; kegiatan peningkatan manajemen peradilan agama; kegiatan pelayanan dan bantuan hukum di pengadilan agama; kegiatan pengembangan tenaga teknis peradilan agama; kegiatan peningkatan ketatalaksanaan perkara kasasi, peninjauan kembali dan kesyariahan; serta kegiatan dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen Badilag.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 20 Januari 2012 )
|
|
|
Dirjen Badilag: Idealnya, Rakerda PTA Juga Paperless |
|
Dimuat Oleh Hadi
|
|
Kamis, 19 Januari 2012 |
Dirjen Badilag: Idealnya, Rakerda PTA Juga Paperless 
Dirjen Badilag Wahyu Widiana saat membuka Rakerda PTA Bandar Lampung, Rabu malam (18/1/2012). Di samping kanan dan kiri adalah Ketua dan Wakil Ketua PTA Bandar Lampung. Bandar Lampung l Badilag.net Kesuksesan Mahkamah Agung RI menggelar Rakernas berbasis teknologi informasi mestinya diikuti oleh pengadilan tingkat banding di lingkungan peradilan agama. Bila Rakernas MA 2011 paperless, idealnya Rakerda Pengadilan Tinggi Agama/Mahkamah Syar’iyah Aceh juga paperless. Para peserta mesti membawa laptop. “Kami akan mengeluarkan surat edaran yang isinya Rakerda perlu mengikuti Rakernas. Antara lain, Rakerda paperless,” ujar Dirjen Badilag Wahyu Widiana saat membuka Rakerda PTA Bandar Lampung, Rabu malam (18/1/2011) di Bandar Lampung. Rakerda ini diikuti pimpinan dan para hakim tinggi PTA Bandar Lampung, serta pimpinan sembilan PA yang berada di wilayah Lampung. Di seluruh Indonesia, hingga pertengahan Januari 2012, PTA Bandar Lampung merupakan pengadilan tingkat banding di lingkungan peradilan agama yang pertama kali menyelenggarakan Rakerda. Dirjen menjelaskan, Rakerda paperless memiliki keuntungan ganda. Yang pertama adalah keuntungan berkaitan dengan substansi Rakerda. Dan yang kedua adalah keuntungan dalam hal sistem kerja. “Bahan-bahan untuk Rakerda ditaruh di situs. Demikian juga hasilnya. Sluruh peserta Rakerda membawa laptop. Ini akan membudayakan TI,” kata pejabat eselon I yang dipercaya menjadi Ketua Panitia Pelaksana Rakernas MA 2011 ini. Selain pemanfaatan TI, Rakerda PTA juga perlu menindaklanjuti rumusan yang telah disusun dalam Rakernas. “Kita di Komisi Perdata Agama telah merumuskan bahwa peradilan agama harus mendukung dan meningkatkan program-program prioritas pembaruan,” Dirjen menegaskan.
|
|
|
Sebanyak 2200 Tenaga Teknis PA Akan Mendapatkan Mutasi Tahun Ini |
|
Dimuat Oleh Hadi
|
|
Kamis, 19 Januari 2012 |
2200 Tenaga Teknis PA akan Mendapat Mutasi Tahun Ini Jakarta|badilag.net (17/01/2012) Ditjen Badilag akan melakukan mutasi terhadap 2200 tenaga teknis peradilan agama pada tahun 2012 ini. Mereka ini terdiri dari hakim, pimpinan pengadilan dan pejabat kepaniteraan pada pengadilan tingkat pertama maupun tingkat banding. “Dalam rangka penyegaran dan untuk mengisi kekosongan jabatan kita akan melakukan promosi dan mutasi terhadap sekitar 2200 tenaga teknis pada tahun ini yang akan terbagi dalam tiga tahap,” ungkap Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Drs. H. Purwosusilo, SH., MH. kepada redaktur badilag.net di ruang kerjanya, Selasa siang (17/1/2011). Namun dari total angka tersebut, dia tidak merinci lebih jauh berapa jumlah untuk hakim dan kepaniteraan yang akan dimutasi tahun ini. Agar tidak terjadi kasus tenaga teknis yang telah lama di satu satker akan tetapi tidak dimutasi, Purwosusilo meminta agar mereka memeriksa data masing-masing di SIMPEG Online. Hal tersebut dikarenakan masih banyak data tenaga teknis yang belum diisi lengkap misalkan pangkat/golongan terakhir, jabatan terakhir dan lain sebagainya. “Kami minta teman-teman di daerah (tenaga teknis, red) agar mengecek data masing-masing di SIMPEG Online,” jelasnya. Kita juga akan melakukan kegiatan konsultasi ke daerah untuk berkoordinasi dengan pimpinan PTA membahas rencana promosi/mutasi, imbuhnya.
|
|
|
KETUA MA MENGHADIRI OPENING OF LEGAL YEAR 2012 DI KUALA LUMPUR |
|
Dimuat Oleh Hadi
|
|
Senin, 16 Januari 2012 |
KETUA MA MENGHADIRI OPENING OF LEGAL YEAR 2012 DI KUALA LUMPUR Jakarta-Humas. Sabtu, 14 Januari 2012 Ketua Mahkamah Agung RI didampingi oleh Ketua Muda Pidana Khusus, Djoko Sarwoko, Ketua Muda Pengawasan HM Hatta Ali dan Ketua Muda Pembinaan Widayatno Sastrohardjono berkesempatan untuk memenuhi undangan Ketua Hakim Negara Malaysia YM Tan Sri Arifin bin Zakaria untuk menghadiri acara seremoni Pembukaan Tahun Perundangan (opening of legal year) 2012 di perdana Hall, Putrajaya International Convention Centre (PICC). Turut mendampingi delegasi, Koordinator Tim Asistensi Pembaruan, Aria Suyudi. Acara ini dilaksanakan oleh Mahkamah Persekutuan Malaysia (Federal Court of Malaysia) sebagai tradisi tahunan komunitas hukum dan peradilan di Malaysia yang menurut Divisi Corporate Communication and International Relations Federal Court of Malaysia dihadiri oleh kurang lebih 700 orang, terdiri dari hakim, pejabat peradilan, praktisi hukum (advokat), serta para ketua Mahkamah Agung negara sahabat. Selain Ketua Mahkamah Agung RI dan delegasi, hadir pula Ketua Mahkamah Agung Singapura Chief Justice Chan Sek Keong, Ketua Mahkamah Agung Brunei Chief Justice Datuk Seri Paduka Kifrawi Kifli.
|
|
|
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Di Kejaksaan Agung, Dirjen Badilag Membeber Rahasia Dapurn |
|
Dimuat Oleh Hadi
|
|
Kamis, 12 Januari 2012 |
Di Kejaksaan Agung, Dirjen Badilag Membeber Rahasia Dapurnya  Jakarta l Badilag.net “Kami juga sudah melakukan perubahan-perubahan. Tetapi mengapa yang kami lakukan ini belum menggema? Jangankan di luar, di dalam pun belum. Jadi, faktor sebenarnya apa sih?” Yang mengucapkan kata-kata itu adalah Ibu Aryani. Sehari-hari ia mengepalai Bagian Umum Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung. Yang ditodongnya untuk memberikan jawaban adalah Pak Wahyu—sapaan akrab Dirjen Badilag Mahkamah Agung Wahyu Widiana. Rabu siang (11/1/2011), Dirjen Badilag memang diberi kehormatan untuk menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Pimpinan Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung. Yang hadir dalam diskusi yang diprakarsai Changes for Justice Project USAID itu puluhan. Ibu Aryani adalah salah satunya.
|
|
|