|
PELANTIKAN KETUA PENGADILAN AGAMA MENTOK |
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Senin, 28 November 2011 |
PELANTIKAN KETUA PENGADILAN AGAMA MENTOKBerdasarkan Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 2011 Tentang Pendirian dan Pembentukan Pengadilan di beberapa kabupaten di Indonesia, Ketua Mahkamah Agung RI meresmikan pengoperasian pengadilan tersebut pada tanggal 16 November 2011 di Kabupaten Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur. Sebagai tindak lanjut peresmian tersebut, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kep. Bangka Belitung melantik Ketua Pengadilan Agama Mentok (Senin, 28/11/2011), tepat pukul 10.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang Pengadilan Tinggi Agama Kep. Bangka Belitung.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 28 November 2011 )
|
|
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Selasa, 22 November 2011 |
|
Panggilan Pelantikan
|
|
|
MA RI-MA Sudan Resmikan Kerjasama |
|
Dimuat Oleh Hadi
|
|
Jumat, 18 November 2011 |
MA RI-MA Sudan Resmikan Kerjasama 
Jakarta l Badilag.net Akhirnya kerjasama Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Mahkamah Agung Republik Sudan di bidang peradilan terjalin secara resmi. Kerjasama ini diyakini akan membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Di Ruang Kusuma Atmaja Gedung MA RI, Kamis (17/11/2011), Ketua MA RI Harifin A Tumpa dan Ketua MA Sudan Galaled Dien Mohammed Othman menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU). Acara ini dihadiri pimpinan MA RI, para hakim agung, pejabat eselon I dan eselon II, Duta Besar Sudan untuk Indonesia dan perwakilan Kementerian Luar Negeri. Harifin A Tumpa mengaku sangat senang kerjasama ini diformalkan dalam bentuk nota kesepahamanan. “Artinya kerjasama kedua Mahkamah Agung ini akan lebih terarah, berkesinambungan dan memberi manfaat bagi kedua belah pihak,” tandasnya. Hal senada juga diungkapkan Galaled Dien Mohammed Othman. Menurutnya, hubungan kedua lembaga memiliki arti penting dan perlu dipertahankan atau ditingkatkan di waktu yang akan datang. Dalam naskah MoU yang terdiri dari delapan pasal ini disebutkan, tujuan MoU adalah untuk membangun kerangka guna meningkatkan kerjasama yang efektif antara kedua belah pihak melalui pertukaran informasi dan program pembangunan kapasitas.
|
|
|
Peresmian 16 Pengadilan Agama Baru |
|
Dimuat Oleh Hadi
|
|
Jumat, 18 November 2011 |
Pengadilan Agama/Mahkamah Syariyah Kini Menjadi 359 Satker Labuanbajo | badilag.net (16/11/11) Dengan diresmikannya enam belas Pengadilan Agama/Mahkamah Syariyah oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Dr. H. Harifin A. Tumpa, SH., MH. Rabu pagi (16/11), maka Pengadilan Agama/Mahkamah Syariyah yang semula berjumlah 343, kini bertambah menjadi 359 satker. Keenambelas Pengadilan Agama/Mahkamah Syariyah tersebut yaitu Mahkamah Syar’iyah Simpang Tiga Redelong, Pengadilan Agama Kota Tasikmalaya, Kota Banjar, Amurang dan Pengadilan Agama Marissa. Kemudian, Pengadilan Agama Parigi, Andoola, Pasar Wajo, Kota Padang Sidempuan, Mentok, Lebong, Batulicin, Taliwang, Nunukan, Asro dan Pengadilan Agama Labuan Bajo.  Pemukulan gong oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Dr. H. Harifin A. Tumpa, SH., MH., sebagai tanda telah resminya operasional 16 Pengadilan Agama/Mahkamah Syar'iyah dan 6 Pengadilan Negeri di Lingkungan Mahkamah Agung RI Tidak hanya Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah, dalam peresmian yang dilangsungkan di Kantor Bupati Kabupaten Manggarai Barat tersebut, diresmikan pula lima Pengadilan Negeri yaitu Pengadilan Negeri Pasang Kayu, Kasongan, Oelamasi, Andoolo, Pasar Wajo dan Pengadilan Negeri Pagar Alam.
|
|
|
Es Krim, Baso dan Teknologi Informasi |
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Selasa, 15 November 2011 |
|
Es Krim, Baso dan Teknologi Informasi www.badilag.net Akhir musim gugur 1988. Saya masih ingat ketika itu. Baru saja saya mengikuti kelas “Islamic Intellectual History” yang diberikan oleh Prof Mustansir Mir pada jam pertama. Lalu menunggu jam kedua, pelajaran “Medieval Neareastern Literature” dari Prof Bellamy. Saya duduk di dekat jendela di lantai dua, di salah satu ruang kuliyah University of Michigan, Amerika Serikat. Saat itu adalah semester pertama saya mengikuti kuliyah di universitas yang cukup ternama, yang berlokasi di kota kecil Ann Arbor, negara bagian Michigan, 45 mil sebelah barat kota industri Detroit. Saya sedang menikmati kesendirian, sebab memang di bulan-bulan awal sekolah di sana, saya banyak menyendiri dan kesepian. Maklum, saat itu, isteri yang sangat saya cintai, terpaksa dikembalikan dulu ke rumah orang tuanya, di Tasikmalaya, bersama keempat anak kami yang masih kecil-kecil. Tidak mungkin sekolah ke negeri orang membawa mereka semua, atau sebagian. Menerawang ke luar jendela, saya melihat suasana redup dan sayu. Matahari sudah sekian lama jarang menampakkan dirinya. Kalaupun ia muncul, panasnya tidak begitu terasa sebab posisinya sedang menjauh menuju ke arah selatan. Sehingga suhu udara selalu dingin. Apalagi kalau angin bertiup, rasa dingin merasuk ke sekujur tubuh, menjadikan orang-orang yang bepergian ke luar rumah harus selalu berpakaian tebal, walaupun musim dingin belum datang dan salju belum turun. Di sekitar, terlihat pepohonan hanya tinggal ranting-ranting yang nampak artistik, sedap dipandang mata. Hampir semua pepohonan daunnya gugur akibat musim panas yang panjang selama tiga bulan. Dahan dan rantingnya yang tanpa daun nampak indah dan mengagumkan. Semakin ke ujung, dahan dan ranting itu semakin kecil, dengan pola yang macam-macam sesuai jenis tumbuhannya, namun tetap indah. “Subhanalloh”, saya berguman. Pemandangan indah yang tak pernah saya lihat sebelumnya. Pemandangan seperti itu takkan pernah kita lihat di tanah air, sebab pergantian musimnya lain.
|
|
|