Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI

Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI
KPTA Kep. Bangka Belitung

Pilih Bahasa

English Arabic Japanese Indonesian

Standard Operation Procedure

Bagian Kepaniteraan
Bagian Kesekretariatan

Pedoman Perilaku Hakim

Pedoman Perilaku Hakim

Informasi Pegawai

Profil Pegawai
Job Description

Transparansi Anggaran

Transparansi Anggaran

Daftar Aset Pengadilan

Barang Milik Negara

Info Perkara

     MAHKAMAH AGUNG RI
     PTA BABEL
     PA PANGKALPINANG
     PA SUNGAILIAT
     PA TANJUNGPANDAN

Form Login






Kata Sandi hilang?

Pengunjung Online

Saat ini ada 8 tamu online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini132
mod_vvisit_counterKemarin200
mod_vvisit_counterMinggu ini332
mod_vvisit_counterBulan ini1150
mod_vvisit_counterTotal221126

Sindikasi

Anda disini:  Beranda

Mantan Pimpinan KPK Terkesan dengan Peradilan Agama
Dimuat Oleh Hadi   
Jumat, 21 Oktober 2011

Mantan Pimpinan KPK Terkesan dengan Peradilan Agama

Jakarta l Badilag.net

Mantan Wakil Ketua KPK periode 2003-2007, Amien Sunaryadi, mengaku terkesan dengan berbagai kemajuan yang dicapai peradilan agama, terutama dalam hal manajemen perkara, pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) dan implementasi program justice for the poor.

“Kami sangat tertarik membuat cerita mengenai kesuksesan pengembangan SIADPA,” tutur Amien, yang kini berkiprah di World Bank sebagai Senior Operations Officer, ketika bertemu dengan Dirjen Badilag Wahyu Widiana, Senin (17/10/2011).

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Dirjen Badilag ini, Amien didampingi Egi Sutjiati, seorang konsultan pada proyek Change for Justice. Egi juga merupakan asisten teknis untuk Mahkamah Agung RI.

Amien mengungkapkan, cerita mengenai kesuksesan pengembangan SIADPA itu dapat dijadikan semacam inspirasi untuk institusi lainnya, baik institusi penegak hukum maupun bukan.

“Replikasi itu penting,” tandas Amien. Dengan replikasi, maka kesuksesan di satu tempat bisa ditularkan ke tempat lain.

Dirjen Badilag pun memberi lampu hijau. “Kami menyambut baik rencana pendokumentasian itu,” ujarnya.

Dari SIADPA, Amien beralih ke soal pemanfaatan TI di peradilan agama secara umum. Kepada Dirjen Badilag, pria yang ahli di bidang komputer forensik ini bertanya perihal ‘resep’ keberhasilan pengembangan TI di peradilan agama.

“Yang paling penting adalah komitmen,” ujar Dirjen. Selain itu, Dirjen menegaskan, mengaitkan komitmen itu dengan karir juga penting dan berdampak.

Amien segagasan dengan Dirjen Badilag. Menurutnya, perubahan pola pikir (mind set) merupakan kunci keberhasilan pemanfaatan TI. “Kalau mind set sudah berubah, jalannya cepat,” tandasnya.

Ia pun bercerita bagaimana pembudayaan TI di PT Timah. Di tempat itu, TI dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk untuk undangan rapat, yaitu melalui e-mail. Mereka yang acuh terhadap perubahan ini ternyata sering mendapat pengalaman buruk. Mereka kerap tidak hadir dalam rapat karena tidak tahu ada surat undangan via e-mail. Hal ini berdampak pada pekerjaan, bahkan karir mereka. Menyadari hal ini, akhirnya para karyawan di PT Timah berlomba untuk membudayakan TI.

“Teknologi itu mudah. Yang susah adalah orangnya,” Tokoh Anti-Korupsi Tahun 2007 pilihan majalah TEMPO itu mengambil kesimpulan.

 
Ditjen Badilag Melaksanakan Program RC Reform Awards
Dimuat Oleh Hadi   
Kamis, 13 Oktober 2011
Dirjen Badilag Tentang Program “Religious Court Reform Awards”:

Kita Sering Menjadi “Bonek”

Jakarta, Badilag.net |11-10-2011|

“Dalam banyak kegiatan, termasuk melaksanakan program “Religious Court Reform Awards”, kita ini berprilaku seperti ‘Bonek’, alias ‘bondo nekad’. Sering kali kita melakukan kegiatan yang kita tidak mempunyai anggaran khusus untuk itu, namun berhasil”.

Itulah kata-kata kunci yang dikemukakan Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, di hadapan pertemuan para pejabat dan petugas yang akan melakukan penilaian  pelayanan meja informasi dan pelayanan publik di lingkungan peradilan agama.

Pertemuan yang dilaksanakan Senin (10/10) kemarin di ruang rapat Badilag itu membahas tentang kriteria dan standar penilaian,  sekaligus penyamaan persepsi para petugas penilai, yang akan melakukan tugasnya ke daerah, mulai minggu ini.

Kegiatan penilaian tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan pemberian “Religious Court Information Desk & Public Services Award”, yang direncanakankan berakhir bulan November 2011.

“Saya harap, saudara-saudara dapat melakukan tugas penilaian ini dengan penuh semangat, objektif, teliti dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah kita sepakati bersama”, pesan Dirjen kepada peserta pertemuan.

“RC Information Desk & Public Services Award”   bagian dari  “RC Reform Awards”

Sebagai mana telah direncanakan jauh sebelumnya -dan sebagian telah dilaksanakan-, bahkan diperkuat oleh keputusan Rakernas 2011,  Ditjen Badilag menyelenggarakan penganugerahan penghargaan berbagai bidang kepada Pengadilan Agama dan Mahkamah Syar’iyah terbaik, dalam rangka mempercepat pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan peradilan agama.

“Biar menarik perhatian, program ini dinamakan  ‘Religious Court Reform Awards’”, kata Dirjen.

‘RC Reform Awards’, tambah Dirjen, terdiri dari beberapa kegiatan penganugerahan. Di antaranya, ‘RC Website Award’, ‘RC Information Desk & Public Services Award’, ‘RC SIADPA Award’, dan ‘RC Legal Aid Award’.

“Ke depan, bisa ditambah lagi, missal dengan ‘RC SIKEP Award’, ‘RC Mediation Award’ dan mungkin ‘award-award’ yang lainnya lagi”, tambah Dirjen penuh semangat.

Penganugerahan ‘award’ ini tidak hanya dilakukan satu kali atau tahun ini saja, tapi berkelanjutan. “Misalnya tahun ini, yang telah dilakukan adalah penganugerahan ‘RC Website Award’, pada bulan Juni lalu. Dan kini kita sedang dalam proses penilaian untuk penganugerahan ‘RC Information Desk & Public Services Awards”.

Bahkan, Dirjen menambahkan, di akhir tahun inipun direncanakan adanya penilaian website di lingkungan peradilan agama, yang dilakukan atas kerjasama antara Badilag MA-RI dengan Australia-Indonesia Patnership for Justice  (AIPJ). Penganugerahan ‘award-award’ lainnya akan dilaksanakan tahun-tahun berikutnya.

“Tujuan utama dari penganugerahan ‘award-award’ ini adalah untuk memberikan motivasi bagi seluruh peradilan agama dalam melaksanakan program-program prioritas reformasi birokrasi yang difokuskan oleh Mahkamah Agung”, tegas Dirjen.

 
Kaitan Antara TI dan Karir
Dimuat Oleh Hadi   
Selasa, 11 Oktober 2011

Dirjen Badilag tentang Kaitan Antara:

Teknologi Informasi dan Karir

Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, sedang mempresentasikan perkembangan pemanfaatan Teknologi Informasi di lingkungan peradilan agama, pada Seminar Regional Asia Pasifik berkaitan dengan pengembangan informasi hukum, di Faculty of Law, University of New South Wales, Sydney, Australia, 2009.

Yogyakarta, Badilag.net |8-10-2011|

“Yth. Bp DIRJEN …mdh2n bp baik2 saja ..sms ni sbg bahn masukn, …… bp promosikan hakim hanya krn pandai bidang IT, tdk mperhatikn gmn prilakunya…bnyk yg diproskn … cntoh Wa ka PA “X” …jd ka PA ”Y”, mestinya perhatikan prilakunya. Tanya org2 skilingnya…mdh2n jd prtmbngn. Mks dan mhn mf”

Kalimat di atas adalah sms yang diterima telepon genggam Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, siang kemarin (7/10), dari pengirim yang tidak menyebutkan identitasnnya. Nomor telepon genggam pengirim adalah 085797238XXX

Dirjen ingin mengetahui segera prilaku apa dari WKPA “X” yang dipromosikan menjadi KPA “Y” yang diprotes oleh pengirim sms itu. Dirjen, yang saat menerima sms sedang di perjalanan antara Kendal-Semarang dalam rangka peninjauan dan pembinaan pelaksanaan Posbakum dan TI, segera membalasnya sekaligus minta masukan lebih detail.

“Tksh masukannya. Kalau gitu, saya minta masukan selanjutnya, bgmn sih prilaku dia? Saya tunggu ya! Tksh”, tulis Dirjen pada telepon genggamnya yang segera di’send’ kepada pengirim sms tadi.

Lama ditunggu, balasan dari pengirim sms tidak juga kunjung datang. Setelah sekitar 2 jam kemudian, Dirjenpun kembali mengirim sms kepada sang pengirim sms itu dengan singkat: “Assww. Bgmn Bpk/Ibu? Masukan yang saya minta tadi belum saya terima. Tkasih”.

Sang pengirim sms tetap tidak pernah mau membalas sms Dirjen lagi. Sampai berita ini ditulis, Dirjenpun tidak menerima sms lagi, sehingga belum mengetahui prilaku seperti apa yang diprotes sang pengirim sms itu. Bahkan, Dirjenpun tidak mengetahui siapa sang pengirim sms itu.

“Namun demikian, sms itu tetap merupakan masukan yang berharga, untuk ditindak lanjuti lebih jauh”, ujarnya.

Itulah ceritera Dirjen kepada Badilag.net, sore (8/10) tadi di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Sambil menunggu pesawat yang akan membawanya kembali ke Jakarta, Dirjen berbincang-bincang dengan Badilag.net, sambil sekali-sekali memperlihatkan telepon genggamnya.

Banyak hal yang dibincangkan, terutama tentang pengembangan TI serta keterkaitannya dengan karir para hakim dan aparat di lingkungan peradilan agama.

 
MA MASUK DALAM 10 BESAR BADAN PUBLIK TERBAIK
Dimuat Oleh Hadi   
Kamis, 06 Oktober 2011

MA MASUK DALAM 10 BESAR BADAN PUBLIK TERBAIK

Jakarta - Humas, Komisi Informasi Pusat (KIP) memberikan piagam penghargaan bagi 10 badan publik terbaik dalam memberikan keterbukaan informasi kepada publik melalui situs masing-masing.

berikut kutipan beritanya

detik

Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 06 Oktober 2011 )
 
Seputar Rakernas 2011 : Rakernas Resmi Ditutup, Ketua MA Teteskan Air Mata
Dimuat Oleh Hadi   
Kamis, 22 September 2011

Rakernas Resmi Ditutup, Ketua MA Teteskan Air Mata

Jakarta l Portal Rakernas (22/09)

Rapat Kerja Nasional Mahkamah Agung tahun 2011 akhirnya rampung. Di Kratakau Ballroom, Hotel Mercure Ancol, Ketua MA Harifin A Tumpa menutup acara yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 22 September 2011 ini.

“Dengan mengucapkan alhamudilillah, saya nyatakan Rakernas Mahkamah Agung tahun 2011 resmi ditutup,” ucap Ketua MA.

Dalam sambutannya, Ketua MA menyatakan kebahagiannya karena Rakernas kali ini berlangsung dengan baik dan lancar.

Secara khusus, Ketua MA mengapresiasi penyelenggaraan Rakernas yang berbasis Teknologi Informasi. “Sistem ini lebih bagus dan lebih murah dari biasanya,” ungkapnya.

Menurut Ketua MA, sukses tidaknya Rakernas merupakan tanggung jawab yang besar dari panitia Rakernas, yang meliputi panitia pengarah dan panitia pelaksana.

“Pimpinan MA menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras saudara-saudara,” ujar Ketua MA.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Wahyu Widiana menyatakan, Rakernas tahun ini pada mulanya akan diikuti oleh 1735 peserta. Tetapi ternyata ada beberapa peserta yang tidak bisa mengikuti Rakernas karena sakit.

“Di antaranya adalah Yang Mulai Ketua Muda Uldilag Bapak Andi Syamsu Alam,” ujar Wahyu Widiana.

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 28 - 36 dari 280
Advertisement