|
Seputar Rakernas 2011 : Reformasi Birokrasi Jilid II Cukup Menggembirakan |
|
Dimuat Oleh Administrator
|
|
Rabu, 21 September 2011 |
Berdasarkan Hasil Survey, Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Jilid II Cukup Menggembirakan Jakarta | Portal Rakernas (20/09) MA telah berhasil melaksanakan Reformasi Birokrasi Jilid I yang diindikasikan dengan tercapainya 5 quick win. Kini MA berada pada perjalanan reformasi birokrasi jiid II. Kalau RB I bersifat intensional maka RB II selain bersifat intansional juga bersifat nasional. Kalau RB I tuntutan area perubahan hanya 5, maka di RB II areanya berjumlah 8. Meski sistem RB II lebih “pelik”, namun berdasarkan survey, hasilnya cukup menggembirakan.  Ketua Muda Pembinaan Mahkamah Agung, Widayatno Sastrohardjono mengemukakan hal tersebut pada sesi ke 4 Rakernas Mahkamah Agung, Senin malam (19/9). Tuada yang juga wakil ketua pelaksana Tim RB Mahkamah Agung membawakan materi Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung dan Peradilan di Bawahnya. Materi Selengkapnya, Klik Disini. Jangan Puas Dalam paparannya, Tuada Pembinaan menjelaskan bahwa untuk mendapatkan gambaran progress reformasi birokrasi jilid II ini, MA telah mengadakan survey terhadap implementasi reformasi birokrasi di 8 area. Hasil dari survey tersebut, menurut Tuada, cukup menggembirakan. Sebagai contoh, untuk sosialisasi reformasi birokrasi ke seluruh aparatur peradilan, 64 % responden menjawab dilaksanakan kurang dari 1 bulan. Kepemilikan SOP yang menjadi indikator keberhasilan untuk area tatalaksana, 96 % responden menjawab telah memiliki. “Ini hasil yang menggembirakan”, tegas penanggung jawab Rakernas 2011 ini.
|
|
Pemutakhiran Terakhir ( Rabu, 21 September 2011 )
|
|
|
H-5 Rakernas : Semua Materi Sudah Terupload |
|
Dimuat Oleh Hadi
|
|
Jumat, 16 September 2011 |
H-5 Rakernas : Semua Materi Sudah Terupload Jakarta | Portal Rakernas (14/9) Penyelenggaraan rakernas tinggal 5 (lima) hari lagi dari sekarang (14/9). Sesuai dengan komitmen panitia penyelenggara semua bahan, terutama makalah-makalah dari nara sumber para Ketua Muda/Hakim Agung, sudah terupload. Kondisi ini sangat berbeda dari “tradisi” Rakernas sebelumnya dimana bahan baru bisa dipelajari pada saat Rakernas sehingga materi rakernas pun menjadi sangat eksklusif milik peserta Rakernas. Dengan penyelenggaraan yang memberdayakan teknologi informasi seperti ini, kata Ketua Panitia Pelaksana Wahyu Widiana, semua warga peradilan si seluruh Indonesia seolah bersama-sama berada di area Rakernas. “Semua bahan akan diupload di portal Rakernas, bahkan pembahasan di rapat pleno dan komisi pun akan segera di publikasikan sehingga warga peradilan seolah mengikuti Rakernas juga”, ujar Wahyu Widiana saat berbincang dengan Tim IT Rakernas. Oleh karena itu, Panitia Pelaksana berkali-kali melakukan koordinasi dengan semua Dirjen dan Pengadilan Tingkat Banding agar mensosialisasikan kepada jajarannya untuk selalu mengakses portal Rakernas. “Jika Portal tidak pernah diakses, peserta malah tidak akan mendapatkan materi rakernas”, ujar Ketua Panitia Pelaksana seperti dilansir dalam berita sebelumnya, “Panitia Tidak Menyediakan Print Out Makalah”.
|
|
|
Seputar Rakernas : Ketua Pengadilan Tingkat Banding Diminta Sosialisasikan Portal Rakernas |
|
Dimuat Oleh Hadi
|
|
Jumat, 09 September 2011 |
|
Surat Panpel Rakernas: Ketua Pengadilan Tingkat Banding Diminta Sosialisasikan Portal Rakernas Jakarta | badilag.net Rakernas Mahkamah Agung 2011 akan dilaksanakan dengan pendekatan yang berbeda. Perbedaannya terletak pada penyediaan bahan Rakernas. Kalau Rakernas sebelumnya bahan disampaikan di tempat acara dalam kondisi tercetak, maka pada Rakernas 2011 bahan sudah tersedia jauh hari sebelum pelaksanaan namun dalam bentuk dokumen elektronik dan disajikan melalui portal Rakernas (http://rakernas.mahkamahagung.go.id). Oleh karena itu, panitia pelaksana meminta kepada para ketua pengadilan tingkat banding untuk mensosialisasikan portal tersebut kepada jajaran pengadilan di daerah hukumnya masing-masing. Demikian hal tersebut termuat dalam suratnya bernomor 03/MA/PP-Rakernas/ VIII /2011 tanggal 26 Agustus 2011. Penyelenggaraan Rakernas 2011 yang bernuansa teknologi informasi tersebut menjadikan portal rakernas sebagai media utama. Portal ini harus dipastikan sudah dikunjungi dan mengenal fitur-fitur yang ada di dalamnya. “Melakukan berbagai upaya sampai yakin bahwa seluruh pengadilan yang ada di wilayah masing-masing telah dapat mengakses Portal Khusus Rakernas MA-RI 2011 tersebut”, ungkap Panitia Pelaksana melalui suratnya tersebut.
|
|
|
Hakim Agung Prof. Dr. H. Muchsin, SH Wafat (5/9) |
|
Dimuat Oleh Hadi
|
|
Senin, 05 September 2011 |
MA Berduka Hakim Agung Prof. Dr. H. Muchsin, SH Wafat 
Jakarta l Badilag.net INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI ROJI'UN. Mahkamah Agung RI kehilangan salah satu hakim agungnya. Ahad pagi (4/9/2011), atau lima hari setelah Idul Fitri 1432 H, Hakim Agung Prof. Dr. H. Muchsin, SH meninggal dunia. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Internasional Nginden Surabaya pada usia 68 tahun. Jenazah almarhum kemudian dibawa ke rumah duka di Perumahan Galaksi Bumi Permai Blok L–3 Nomor 22–23 Surabaya. Usai shalat Dhuhur, jenazah almarhum dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Sememi, Surabaya. Prof. Dr. H. Muchsin, SH dilahirkan di Boyolali pada 8 Agustus 1943. Sepanjang hayatnya, beliau lebih banyak berkiprah di dunia akademis, di samping dunia hukum praktis. Hakim Agung dari lingkungan peradilan agama ini mengawali karier sebagai pengajar sejak 1 Januari 1968. Beliau mula-mula menjadi guru SD NU di Surabaya. Karirnya mengajarnya terus menanjak hingga beliau pernah menjadi Dosen di sejumlah kampus ternama, bahkan menjadi rektor. Prof. Dr. H. Muchsin, SH dilahirkan di Boyolali pada 8 Agustus 1943. Sepanjang hayatnya, beliau lebih banyak berkiprah di dunia akademis, di samping dunia hukum praktis. Hakim Agung dari lingkungan peradilan agama ini mengawali karier sebagai pengajar sejak 1 Januari 1968. Beliau mula-mula menjadi guru SD NU di Surabaya. Karirnya mengajarnya terus menanjak hingga beliau pernah menjadi Dosen di sejumlah kampus ternama, bahkan menjadi rektor.
|
|
|
Penentuan 1 Syawal 1432 H Pelik, Hakim PA Harus Independe |
|
Dimuat Oleh Hadi
|
|
Kamis, 25 Agustus 2011 |
Penentuan 1 Syawal 1432 H Pelik, Hakim PA Harus Independen 
Dirjen Badilag sedang menjelaskan posisi ufuk, matahari dan hilal kepada para jamaah masjid Al-Ikhlas, Gedung Sekretariat MA. Jakarta l badilag.net Penentuan Hari Raya Idul Fitri tahun ini terbilang pelik. Pasalnya, ketinggian hilal di seluruh Indonesia pada 29 Agustus 2011 antara 0° 58’ hingga 2° 20’. Dengan pendekatan hisab, 1 Syawal 1432 H bertepatan dengan 30 Agustus 2011. Tetapi dengan pendekatan rukyat, hilal dengan ketinggian segitu akan sangat sulit dilihat, sehingga kemungkinan besar dilakukan istikmal dan 1 Syawal 1432 H akan jatuh pada 31 Agustus 2011.
|
|
|