Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI

Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI
KPTA Kep. Bangka Belitung

Pilih Bahasa

English Arabic Japanese Indonesian

Pedoman Perilaku Hakim

Pedoman Perilaku Hakim

Info Pengawasan

Daftar Pengawasan
LHKPN

Info Perkara

     MAHKAMAH AGUNG RI
     PTA BABEL
     PA PANGKALPINANG
     PA SUNGAILIAT
     PA TANJUNGPANDAN

Form Login






Kata Sandi hilang?

Pengunjung Online

Saat ini ada 7 tamu online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini38
mod_vvisit_counterKemarin253
mod_vvisit_counterMinggu ini794
mod_vvisit_counterBulan ini4102
mod_vvisit_counterTotal239729

Sindikasi

Anda disini:  Beranda

ALKOHOL BUKAN JALAN KELUAR UNTUK HILANGKAN KESEDIHAN PDF Cetak E-mail
Dimuat Oleh Administrator   
Kamis, 06 Maret 2008

 Selama ini ada orang yang beranggapan, alkohol dapat membantu seseorang melupakan kepedihan dan kesedihan yang dirasakan. Namun sebuah studi di Jepang membuktikan, minuman keras justru memperpanjang ingatan akan kesengsaraan yang dirasakan.

Para peneliti di Universitas Tokyo menyimpulkan, --ethanol zat memabukkan dalam alkohol-- tidak menyebabkan daya ingat akan kesedihan  menurun sebaliknya jutru mengekalkannya. Dalam studi ini para peneliti yang dipimpin oleh profesor farmakologi Norio Matsuki memberikan kejutan pada tikus, sehingga tikus tersebut ketakutan dan tertekan. Tikus-tikus tersebut lalu diambil dari kandangnya untuk kemudian disuntik dengan athanol atau saline.

Hasilnya tikus yang mendapat alkohoL mengalami stres dua minggu lebih lama dari tikus yang tidak disuntik. “Jika studi ini kita terapkan pada manusia, maka daya ingat akan kesengsaraan yang berusaha mereka hilangkan dengan alkohol justru akan semakin lama bercokol didalam otak mereka,” kata peneliti.

Matsuki mengatakan temuan ini bisa menjadi peringatan bagi mereka yang hidup dengan kenangan buruk. Menurutnya, cara terbaik untuk melupakan sesuatu yang tidak disukai adalah dengan menuliskan kenangan buruk tersebut, dan bukan dengan mengkonsumsi minuman keras. Studi ini dipublikaksikan dalam jurnal akademik Amerika Serikat Neuropsychopharmacology.

Sumber : Info Medika Suara Merdeka 6/3/2008

Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 27 Oktober 2008 )
 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >