|
Old & New Year Dirjen Mengapresiasi Kemajuan Yang Dicapai Pada 2011, Pemberi Komentar Badilag.net Mendapat Apresiasi Khusus Jakarta, Badilag.net |30-12-2011| “Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kawan-kawan baik di Jakarta maupun di daerah, atas kerja sama yang baik selama tahun 2011 ini, sehingga banyak kemajuan yang diraih dalam melaksanakan tugas dan mengembangkan lingkungan peradilan agama”, kata Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, memulai kalimatnya dalam ‘wawancara’ dengan Badilag.net di akhir tahun 2011 ini. Peradilan agama, lanjut Dirjen, banyak mengalami kemajuan selama tahun 2011, dalam upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan di negeri ini. Dirjen juga mengharapkan agar di tahun 2012, kerja sama dan kerja keras dari seluruh warga peradilan agama perlu terus ditingkatkan. Dirjen, yang nampak semangat terus walaupun hanya tinggal beberapa bulan saja bertugas di Badilag ini, memerinci kemajuan yang dicapai selama 2011. Sejak peningkatan manajemen dan kualitas SDM, penyusunan Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah, penyusunan Kompilasi Hukum Acara Ekonomi Syari’ah, penerapan SIADPA, pengembangan website, pengembangan SIMPEG, pelaksanaan “Justice for the Poor”, pelayanan meja informasi, sampai pelayanan publik secara umum, di tahun 2011 ini mencapai kemajuan pesat, dan menghasilkan output dan outcome yang signifikan. Dalam peningkatan kualitas SDM, Dirjen menjelaskan bahwa Badilag di tahun 2011 ini mengembangkan metoda “bimtek” dan bedah berkas, dalam rangka meningkatkan kemampuan para hakim dan aparat lainnya di bidang Hukum Acara, Hukum Materi dan Pola Bindalmin. Lebih dari itu, penyelenggaraannyapun tidak hanya oleh Badilag saja, namun juga semua PTA disiapkan anggarannya untuk melaksanakan bimtek dan bedah berkas untuk lingkungannya masing-masing.
Kerjasama Internasional. Peradilan agama juga banyak terlibat dalam kerjasama internasional dalam rangka peningkatan kualitas SDM, pelaksanaan reformasi dan pertukaran informasi. Di bidang peningkatan kualitas SDM, tercatat telah diselenggarakannya pelatihan meja informasi yang dihadiri peserta seluruh Indonesia, atas kerjasama dengan Family Court of Australia dan AusAID, pelatihan atau shortcourse Hukum Ekonomi Syari’ah dan sistem peradilan pada umumnya di Sudan, Qatar dan Yordania. Penyiapan pelatihan lanjutan di Universitas Al Imam Riyadh juga dilanjutkan. Tim dari Indonesia telah membahasnya dengan pihak Universitas di Riyadh, dan dari pihak Universitas telah melakukan test di Jakarta dan Surabaya. “Mudah-mudahan bulan Maret 2012 pelatihan di Riyadh yang diikuti oleh 40 hakim kita dapat terselenggara”, kata Dirjen mendasarkan pada informasi yang diberikan pihak Riyadh. Pertukaran informasi, atau menurut Dirjen sebagai upaya “mempromosikan peradilan agama ke dunia internasional”, telah banyak pula dilakukan. Di antaranya, dalam Asia-Pacific Regional Conference of IACA (International Association for Court Administration) di Bogor Maret 2011, Badilag juga telah diberi kesempatan untuk mempresentasikan “Justice for the Poor: Badilag Experiences”. Demikian pula pada acara Australian-Pakistan Legal and Judicial Thinkers Dialog, Badilag juga diundang untuk mempresentasikan tentang “Judicial Reforms: Badilag Experiences”, di Sydney bulan lalu. Sebagai rangkaian kegiatan itu, dengan topik yang sama, Badilag juga berbicara di International Policy Forum di markas besarnya AusAID Canbera, yang dihadiri oleh instansi terkait dan Australia National University. Sebelumnya juga sempat melakukan dialog dengan Chief Justice of Australia High Court (Mahkamah Agungnya Australia) di Canbera. Apresiasi Dirjen Terhadap Para Pemberi Komentar Badilag.net. Dirjen menaruh perhatian besar terhadap komentar yang diberikan para pembaca Badilag.net. “Saya selalu membaca komentar-komentar yang ditulis kawan-kawan dari seluruh Indonesia ”, ungkapnya. (Walaupun sebetulnya komentar itu ada juga satu dua dari luar negeri, red.) “Saya akui, dengan membaca komentar-komentar itu, kita akan terinspirasi untuk melakukan banyak hal dalam rangka pembinaan peradilan agama dan pelayanan prima kepada pencari keadilan”, tambahnya. Oleh karena itu, kata Dirjen, Badilag sangat berterima kasih dan apresiasi kepada kawan-kawan yang pernah, apalagi yang sering memberikan komentar-komentar. Dirjen menegaskan, pemberian komentar pada Badilag.net sangatlah positif. Dengan adanya komentar, maka para pembaca dapat mengetahui apa yang diinginkan atau digagas oleh pemberi komentar. Para pembacapun dapat mengekspresikan ide-idenya melalui fasilitas ini. Di samping itu, publik akan melihat bahwa Badilag.net memang dibaca dan diminati oleh para pembacanya. “Jadi, kolom ‘comments’ yang ada pada setiap berita atau tulisan, merupakan sarana gratis, mudah dan efektif sebagai forum interaktif di antara warga peradilan itu sendiri, atau antara peradilan dengan masyarakat luas”, tegasnya. Oleh karena itu, Dirjen mengharapkan, agar seluruh warga peradilan dapat memanfaatkan fasilitas ‘comments’. “Terutama para pimpinan peradilan, baik tingkat pertama maupun tingkat banding. Terus terang, saya selalu memonitornya”, tegasnya lagi. Dirjen juga memaparkan bahwa pemberian komentar itu bukan “iseng”, tapi justru sangat bermanfaat. “Apalagi kalau substansinya sangat baik untuk pengembangan peradilan agama”, tambahnya. Dirjen juga menambahkan bahwa semua komentar yang diterima admin Badilag.net akan ditayangkan, kecuali yang bersifat fitnah atau tidak pantas, baik dari segi bahasa atau substansi. “Tapi kalau hanya kritikan, sepedas apapun, pasti dimuat”, katanya. Di akhir ‘wawancara’nya, Dirjen sekali lagi menyampaikan terima kasih kepada warga peradilan agama dan semua pihak yang telah membantu peningkatan pengembangan peradilan agama pada tahun 2011. Semoga di tahun 2012 ini kerjasama itu semakin meningkat. “Selamat Tahun Baru semoga kita senantiasa diberi keberkahan”, kata Dirjen, menutup ‘bincang-bincang’nya dengan Badilag.net. (Adli Minfadli Robby). LAST_UPDATED2 |