|
Khalil Bin Ahmad seorang penyair dan pemikir Timur Tengah pernah mengungkapkan dalam sebuah syairnya mengatakan bahwa manusia dalam menyikapi ilmu pengetahuan terbagi empat golongan, yang terjemahan bebasnya sebagai berikut:
1. Manusia yang berilmu dan sadar bahwa bahwa dia berilmu, dia adalah orang ‘alim (berilmu),maka ikutilah dia;. 2. Manusia yang berilmu tetapi tidak sadar bahwa dia berilmu, dia adalah orang yang tidur, maka bangunkanlah dia;. 3. Manusia yang tidak berilmu (bodoh), dan sadar bahwa dia bodoh, maka ajarilah dia; 4. Manusia yang tidak berilmu (bodoh), tetapi tidak sadar bahwa dia bodoh, dia adalah orang celaka, maka tinggalkanlah dia. Syair tersebut disampaikan oleh Drs. H. Marwan, SH, MHI (Hakim Tinggi agama PTA. Babel) dalam kultumnya (ceramah singkat) di Musholla Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung hari Senin tanggal 25 Februari 2008 setelah sholat zuhur. Lebih lanjut diuraikan penceramah bahwa golongan pertama dapat dijadikan guru, tempat bertanya tentang ilmu yang dikuasainya, dia patut dihargai; Golongan kedua adalah orang lupa diri, ilmu yang ada padanya tidak diberikan pada orang lain atau tidak diamalkan. Orang seperti ini perlu dibangunkan, di ingatkan bahwa dia punya potensi yang perlu ditularkan pada orang lain; Golongan ketiga adalah orang yang menyadari kebodohannya dan ingin selalu menambah ilmu, dia berpotensi untuk maju, oleh karena itu dia perlu diajari dan diberi kesempatan untuk belajar; Golongan keempat adalah orang yang sok tahu, berlagak tahu pada hal tidak mengetahui apa-apa. Orang seperti ini lebih baik ditinggalkan saja, karena tidak akan ada perobahan pada dirinya apalagi pada masyarakat. Oleh karena itu kita beliau; Kita harus mengukur diri masing-masing, termasuk golongan manakah kita, kalau kita termasuk golongan pertama, maka berilah ilmu kita pada orang lain dan berusahalah selalu untuk jadi panutan atau contoh bagi orang lain. Kalau kita merasa termasuk golongan kedua, maka bangunlah dan jangan tidur, pergunakanlah potensi pada diri dengan sebaik-baiknya. Kalau kita merasa termasuk golongan ketiga, maka banyak-banyaklah belajar, jangan malu bertanya kepada orang yang lebih tahu. Dan apabila kita merasa termasuk golongan keempat, maka cepat-cepatlah sadar, jangan tenggelam dalam kebodohan, sehingga kita tidak menjadi orang yang jahil. Demikian kultum (ceramah singgat) yang disampaikan penceramah, semoga ada manfaat bagi kita semua. Amiin.(MR.Kswi 25/2) |