| Rekrutmen SDM Bahasa Arab oleh Badilag |
| Dimuat Oleh rizal | |
| Selasa, 02 Pebruari 2010 | |
Rekrutmen SDM Bahasa Arab oleh BadilagJakarta | badilag.net
Pembahasan difokuskan kepada rekrutmen pegawai yang eligible (memenuhi syarat) untuk mengikuti pelatihan hukum (ekonomi) syari’ah di Saudi Arabia. Dalam waktu dekat sampai sepuluh hari berikutnya Badilag akan melakukan rekrutmen SDM yang mahir berbahasa Arab dari seluruh PA/PTA se-Indonesia. “Para peserta pelatihan ini terbuka untuk umum, baik hakim ataupun pegawai lainnya. Syaratnya cuma satu, mumpuni dalam berbahasa Arab baik lisan dan tulisan. Karena tidak seperti tahun lalu, pelatihan kali ini tidak akan ada penerjemah,” ungkap Dirjen. “Tidak ada senior atau junior. Siapapun yang berminat dan punya kemampuan bahasa Arab silahkan mengajukan diri dengan mengirimkan data pendukung ke Badilag,” tambahnya lagi. Setelah masa periode rekrutmen selesai, Badilag juga akan melakukan assesment/pengujian langsung kepada para peserta yang potensial mengikuti pelatihan. Hasil pengujian ini nanti akan dipublikasikan di badilag.net. Namun demikian, Dirjen mengingatkan bahwa kepada siapapun nanti yang tidak termasuk dalam peserta pelatihan (direncanakan 40 orang) agar tetap meningkatkan dan menjaga kemampuan bahasa Arabnya karena insya Allah akan ada pendidikan/pelatihan dalam dan luar negeri lainnya selain dengan Saudi Arabia. Kepastian waktu pelatihan ini memang belum di-definitif-kan, tetapi kita harus sudah siap segalanya. Jadi ketika pihak Kerajaan Saudi Arabia meminta data-data pegawai, kita langsung serahkan, kata Dirjen penuh semangat. “Berkaca dari pengalaman pelatihan serupa pada awal 2009 lalu, kita memang harus menyiapkan segalanya secara terencana. Terlebih kepastian waktu pelatihan juga belum ada meski direncanakan dalam waktu dekat pada tahun 2010 ini,” kata Direktur Binganis, Zuffran Sabrie. Hal ini diamini oleh Kasubdit Pengembangan Tenaga Teknis, Sunarto, yang termasuk orang paling sibuk dalam menyiapkan keberangkatan peserta pelatihan lalu. Katanya pembuatan passport dan izin dari Setneg membutuhkan waktu yang harus benar-benar bisa diantisipasi. (avicenna) |