
| Beranda |
| Selamat Datang |
| Sejarah PTA Kep. Bangka Belitung |
| Yurisdiksi |
| Struktur Organisasi |
| Visi dan Misi |
| Rencana Strategis |
| Surat Dinas |
| Artikel dan Makalah |
| Peraturan Perundang-Undangan |
| Buku Tamu |
| Link |
| Informasi Perkara PTA dan PA se-Babel |
| Statistik Perkara |
| Prosedur Berperkara |
| Perkara Putusan |
| Bagian Kepaniteraan |
| Bagian Kepegawaian |
| Bagian Keuangan |
| Bagian Umum |
| Pedoman Perilaku Hakim |
| Profil Pegawai |
| Job Description |
| Daftar Pengawasan |
| LHKPN |
| Alur Pengaduan |
| Prosedur Pengaduan |
| Pengaduan Online |
| Hak-Hak Pencari Keadilan |
| Hak-Hak Pelapor |
| Biaya Berperkara |
| Transparansi Anggaran |
| Barang Milik Negara |
| Rencana Umum Pengadaan |
| PA Pangkalpinang |
| PA Sungailiat |
| PA Tanjungpandan |
| PA Muntok |
| Kunker Dirjen ke Medan |
|
|
|
| Dimuat Oleh ade | |
| Selasa, 28 Desember 2010 | |
|
Kunker Dirjen ke Medan: Dunia Kampus Diminta Monitor Pelayanan Peradilan Agama
![]()
Dirjen Badilag sedang memberikan ceramah umum, Jumat (24/12) sore, di Kampus IAIN Sumatera Utara, Medan. Duduk dari kanan: Rektor, Prof.Dr. Nur Fadhil Lubis, MA; KPTA, Drs. H. Soufyan M.Saleh, SH; Dekan Fak. Syari’ah, Dr.HM Jamil, MA dan KPA Binjai, Drs. H. Almihan, SH, MH.Medan, Badilag.net “Mahasiswa dan civitas akademika lainnya dipersilahkan untuk memonitor pelaksanaan pelayanan yang dilakukan peradilan agama. Kami senang, jika ada kerjasama, atau kegiatan Kuliyah Kerja Sosial dari Mahasiswa yang bertujuan untuk mengawasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik yang dilakukan oleh peradilan agama” Ceramah yang diikuti oleh sekitar 80 orang ini, dihadiri pula oleh Rektor, Dekan Fak Syari’ah, guru besar dan para dosen, serta KPTA dan beberapa KPA. Pelayanan PA Masih Dinilai Belum Memuaskan. “Saya tahu banyak program Badilag untuk meningkatkan pelayanan di PA secara nasional. Tapi di lapangan, masih terjadi hal-hal yang belum memuaskan masyarakat pencari keadilan”, Dr. Nursiah, seorang dosen alumni Mc.Gill University Canada memberikan komentar dalam sessi tanya jawab. Dosen yang juga pegiat di Pusat Studi Wanita ini merinci sekilas tentang hal-hal yang perlu dibenahi, seperti beberapa putusan majlis PA yang ‘unexecutable’, terutama yang berkaitan dengan hak-hak (bekas) isteri atau anak. Pelayanan yang kurang menyenangkan dari aparat PA dan bertele-telenya proses sehingga memakan waktu yang sangat lama, juga jadi kritikan dosen energik yang 18 tahun lalu pernah kenal dengan Dirjen, ketika yang bersangkutan mengikuti pelatihan persiapan studi ke luar negeri, di mana Dirjen –pada saat itu masih sebagai Kepala Subdit- menjadi salah satu fasilitatornya. Kritikan itu ditanggapi positif oleh Dirjen. “Saya senang ada kritikan yang terus terang dari kampus atau masyarakat lainnya”, katanya. “Saya mohon kalau ada pelayanan dari kawan-kawan di PA yang tidak menyenangkan, yang berkaitan dengan sikap, keuangan atau integritas, silahkan laporkan kepada KPA, KPTA atau kepada Badilag. Insya Allah akan segera kami tindak lanjuti”, pinta Dirjen. “Tapi kalau ketidakpuasan itu disebabkan karena prosedur ketentuan peraturan perundangan, kami harap masyarakat memahaminya, atau menyampaikan kepada pembuat peraturan perundang-undangan itu”, katanya lagi. Dirjen berusaha menghimpun masukan-masukan dari masyarakat luas tentang pelayanan yang diberikan PA. Bahkan survey tentang kepuasan para pengguna pengadilan berskala besar secara nasional pernah dilakukan, kerjasama dengan donor dan peneliti independen, pada tahun 2007 dan 2009.
|
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

| Rakerda Tahun 2012 |