Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI

Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI
KPTA Kep. Bangka Belitung

Pilih Bahasa

English Arabic Japanese Indonesian

Standard Operation Procedure

Bagian Kepaniteraan
Bagian Kesekretariatan

Pedoman Perilaku Hakim

Pedoman Perilaku Hakim

Informasi Pegawai

Profil Pegawai
Job Description

Transparansi Anggaran

Transparansi Anggaran

Daftar Aset Pengadilan

Barang Milik Negara

Info Perkara

     MAHKAMAH AGUNG RI
     PTA BABEL
     PA PANGKALPINANG
     PA SUNGAILIAT
     PA TANJUNGPANDAN

Form Login






Kata Sandi hilang?

Pengunjung Online

Saat ini ada 11 tamu online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini147
mod_vvisit_counterKemarin200
mod_vvisit_counterMinggu ini347
mod_vvisit_counterBulan ini1165
mod_vvisit_counterTotal221141

Sindikasi

Anda disini:  Beranda

Makna 9 Dzulhijjah PDF Cetak E-mail
Dimuat Oleh Wasisto   
Jumat, 05 Desember 2008

Image Sebagai orang muslim, tentunya telah terbiasa melakukan puasa Arafah yang jatuh pada tanggal sembilan Dzulhijjah. Disebut puasa Arafah, karena pada hari itu kaum muslimin melaksanakan ibadah haji sedang berada di padang Arafah. Banyak manfaat yang dipetik jika melaksanakan puasa yang tergolong sunnah ini.

Melakukan puasa Arafah termasuk empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW. Seperti dalam hadist yang diriwayatkan Hafshah binti Umar bin Khattab Radhiyahullahu Anhuma, ia berkata:

Ada empat hal yang tidak pernah ditinggalkan Rasulullah SAW, yaitu puasa Asyura, puasa sepuluh hari,  puasa tiga hari setiap bulan dan dua rakaat sebelum Subuh.(HR. Ahmad dan An-Nasa’i)

Empat hal di atas adalah kebiasaan- kebiasaan yang senantiasa dikerjakan oleh Nabi SAW. Puasa Asyura, yaitu puasa pada tanggal sepuluh bulan Muharram. Puasa sepuluh hari, maksudnya ialah sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, selain hari raya Idul Adha dan hari-hari Tasyriq. Sedangkan puasa Arafah, ia masuk di dalam yang sepuluh hari ini.

Seumur hidup Rasulullah SAW, atau lebih tepatnya ketika Nabi berada di Madinah, beliau hanya sekali saja melaksanakan ibadah haji. Haji itu adalah yang pertama dan terakhir bagi beliau. Karena pada tahun berikutnya, beliau dipanggil Allah ke sisi-Nya atau wafat. Selama Nabi Muhammad SAW berada di Madinah, yakni ketika tidak berangkat haji, beliau selalu puasa Arafah.

Menurut redaksi riwayat Muslim disebutkan:                                                                                                                “Puasa Arafah menghapuskan dosa tahun lalu dan yang akan datang.”

Puasa Arafah ini hanya dikerjakan oleh mereka yang tidak berhaji. Adapun yang sedang berhaji dan berada di padang Arafah hari itu, maka ia tidak boleh berpuasa.  Karena Rasulullah SAW melarang mereka yang sedang di Arafah mengerjakan puasa Arafah.

Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata:                                                                                                                         “Rasulullah SAW melarang puasa hari Arafah di padang Arafah."(HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Dan, beliau sendiri meminum segelas susu di atas kendaraannya ketika sedang wukuf di padang Arafah, sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadist shahih. Dengan kata lain, beliau tidak puasa Arafah ketika berada di Arafah.

Perlu di ketahui tanggal 9 Dzulhijjah mempunyai makna dan nilai yang sangat tinggi. Hari itu adalah hari yang paling mulia dalam setahun, dan paling mudah Allah mengabulkan doa. Seperti diriwayatkan Abu Darda r.a, bahwa ia berkata:"Hendaklah kamu selalu berpuasa, memperbanyak doa, zikir, dan bersedekah pada sepuluh hari awal bulan Dzulhijjah". Sebab Rasulullah SAW, bersabda:

"Celaka orang yang tidak mendapatkan kebaikan hari-hari sepuluh, terutama hendaknya kamu berpuasa pada hari kesembilan karena didalamnya ada kebaikan yang lebih banyak daripada yang dihitung (diperkirakan) oleh orang-orang yang suka menghitung-hitungnya.”

Jadi, sekiranya kita tidak sedang berada melaksanakan ibadah haji dan berada di tempat tinggal, hendaknya kita berpuasa pada hari Arafah ini. Karena hal ini adalah sunnah dan memiliki keutamaan yang besar sekali. Bahkan di antara puasa-puasa sunnah dianjurkan, puasa Arafah inilah yang paling besar pahalanya, yakni dihapuskannya dosa kita selama dua tahun, setahun sebelumnya dan setahun yang akan datang. 

(l60 Kebiasaan Nabi SAW)

Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 15 Desember 2008 )
 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >
Advertisement