|
MAKNA IBADAH HAJI DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN SOSIAL Oleh : H. A. Jakin Karim, S.H., M.H. *) Pangkalpinang l pta-babel.net PENDAHULUAN Allah SWT menciptakan manusia sebaik-baik mahluk (fi ahsani taqwim), melebihi segala-galanya dari mahluk lain, baik bentuk, sikap dan perilakunya, maka dituntut manusia itu dalam menjalani proses hidupnya berdasar pada iman, ilmu dan keserasian amal didunia tujuan akhir dalam kehidupan ini menhasilkan keihsanan nanti setelah hidup (akhirah) Allah, SWT sebagai penetap (sya-’ri) kehidupan telah menyiapkan konsep hakiki yaitu alqur’an dan Sunnah rasulillah Muhammad SAW yaitu konsep kehidupan yang selalu terjaga keasliaanya dengan pemaparan dan gambaran kongkrit(berupa/ibrah) yang ada didunia termasuk tingkah-polah gerakan manusia dan DIA akan menjamin “apabila manusia itu selalu berpegang pada konsep Allah dan rasulnya, maka tidak akan sesat dan nista hidupnya. Konsep-konsep tersebut meliputi bagaimana bentuk, cara, dan hasil manfaatnya dalam beribadah kepadaNya dan beribadah sosial sesamanya, bahkan secara sistematis penyusunannya telah ditentukan sedemikian rupa secara ajek, seperti kewajiban berkeislaman (terkenal dengan sebuah sebutan rukun islam) diawali dengan pemantapan fondasi bersyahadah kepada Allah dan Rasulnya, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan ramadhan, dan diakhiri dengan berhaji ke Baitullah Mekkah bagi yang mampu. Sistematika rukun ini adalah bersifat komulatif dan sistemik yaitu tidak boleh mengambil sebagian mengabaikan sebagian yang lain (alternatife), tetapi harus dikerjakan dan evaluasi bagaimana makna syahadah, sholat, zakat, puasa dan haji, punyakah pembekasan(atsar) dalam kehidupan bersosial? Untuk membaca artikel ini selengkapnya silahkan klik disini . *) Panitera / Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung
|