Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI

Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI
KPTA Kep. Bangka Belitung

Pilih Bahasa

English Arabic Japanese Indonesian

Standard Operation Procedure

Bagian Kepaniteraan
Bagian Kesekretariatan

Pedoman Perilaku Hakim

Pedoman Perilaku Hakim

Informasi Pegawai

Profil Pegawai
Job Description

Transparansi Anggaran

Transparansi Anggaran

Daftar Aset Pengadilan

Barang Milik Negara

Info Perkara

     MAHKAMAH AGUNG RI
     PTA BABEL
     PA PANGKALPINANG
     PA SUNGAILIAT
     PA TANJUNGPANDAN

Form Login






Kata Sandi hilang?

Pengunjung Online

Saat ini ada 7 tamu online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini237
mod_vvisit_counterKemarin198
mod_vvisit_counterMinggu ini1199
mod_vvisit_counterBulan ini2017
mod_vvisit_counterTotal221992

Sindikasi

Anda disini:  Beranda arrow Artikel dan Makalah arrow Artikel Umum arrow Makna Ibadah Haji Dalam Meningkatan Pendidikan Sosial
Makna Ibadah Haji Dalam Meningkatan Pendidikan Sosial PDF Cetak E-mail
Dimuat Oleh H. A. Jakin Karim, S.H., M.H.   
Selasa, 01 Desember 2009

MAKNA IBADAH HAJI DALAM MENINGKATKAN PENDIDIKAN SOSIAL

Oleh : H. A. Jakin Karim, S.H., M.H. *)

Pangkalpinang l pta-babel.net

PENDAHULUAN

Allah SWT menciptakan manusia sebaik-baik mahluk (fi ahsani taqwim),  melebihi segala-galanya dari mahluk lain, baik bentuk, sikap dan perilakunya, maka dituntut manusia itu dalam menjalani proses hidupnya berdasar pada iman, ilmu dan keserasian amal didunia tujuan akhir dalam kehidupan ini menhasilkan keihsanan nanti setelah hidup (akhirah)

Allah, SWT sebagai penetap (sya-’ri) kehidupan telah menyiapkan konsep hakiki yaitu alqur’an dan Sunnah rasulillah Muhammad SAW yaitu konsep kehidupan yang selalu terjaga keasliaanya dengan pemaparan dan gambaran kongkrit(berupa/ibrah) yang ada didunia termasuk tingkah-polah gerakan manusia dan DIA akan menjamin “apabila manusia itu selalu berpegang pada konsep Allah dan rasulnya, maka tidak akan sesat dan nista hidupnya.

Konsep-konsep tersebut meliputi bagaimana bentuk, cara, dan hasil manfaatnya dalam beribadah kepadaNya dan beribadah sosial sesamanya, bahkan secara sistematis penyusunannya telah ditentukan sedemikian rupa secara ajek, seperti kewajiban berkeislaman (terkenal dengan sebuah sebutan rukun islam) diawali dengan pemantapan fondasi bersyahadah kepada Allah dan Rasulnya, menegakkan sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan ramadhan, dan diakhiri dengan berhaji ke Baitullah Mekkah bagi yang mampu.

Sistematika rukun ini adalah bersifat komulatif dan sistemik yaitu tidak boleh mengambil sebagian mengabaikan sebagian yang lain (alternatife), tetapi harus dikerjakan dan evaluasi bagaimana makna syahadah, sholat, zakat, puasa dan haji, punyakah pembekasan(atsar) dalam kehidupan bersosial?

Untuk membaca artikel ini selengkapnya silahkan klik disini .

*) Panitera / Sekretaris Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung

Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 01 Desember 2009 )
 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >