
| Beranda |
| Selamat Datang |
| Sejarah PTA Kep. Bangka Belitung |
| Yurisdiksi |
| Struktur Organisasi |
| Visi dan Misi |
| Rencana Strategis |
| Surat Dinas |
| Artikel dan Makalah |
| Peraturan Perundang-Undangan |
| Buku Tamu |
| Link |
| Informasi Perkara PTA dan PA se-Babel |
| Statistik Perkara |
| Prosedur Berperkara |
| Perkara Putusan |
| Bagian Kepaniteraan |
| Bagian Kesekretariatan |
| Pedoman Perilaku Hakim |
| Profil Pegawai |
| Job Description |
| Alur Pengaduan |
| Prosedur Pengaduan |
| Pengaduan Online |
| Hak-Hak Pencari Keadilan |
| Hak-Hak Para Pihak |
| Transparansi Anggaran |
| Barang Milik Negara |
| PA Pangkalpinang |
| PA Sungailiat |
| PA Tanjungpandan |
| PA Muntok |
Artikel dan Makalah
Artikel Umum
Membangun Citra, Mengurangi Cerca | Membangun Citra, Mengurangi Cerca |
|
|
|
| Dimuat Oleh Hermansyah | |
| Senin, 09 November 2009 | |
Membangun Citra, Mengurangi CercaOleh: HermansyahAlumnus Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Kini Staf Dokumentasi dan Informasi Badilag. Jakarta l badilag.net Seorang hakim sibuk memandu para mahasiswa yang sedang mengadakan kuliah kerja lapangan. Setelah mengenalkan ruang sidang dan segenap perlengkapan pendukungnya, sang hakim membawa rombongan mahasiswa itu ke ruang dokumentasi dan informasi. Di ruang itu beberapa pegawai tampak sibuk memenceti keyboard komputer. “Bapak punya e-mail?” tanya seorang mahasiswa kepada sang hakim. “Ya,” jawab sang hakim dengan tegas, “tapi sudah saya jual”. Cerita menggelikan itu, konon, benar-benar pernah terjadi. Namun tidak terlalu jelas, hakim tersebut berada di lingkungan peradilan apa, dan bertugas di daerah mana. Terlepas apakah cerita itu fakta atau sekedar rekaan, yang jelas cerita itu menunjukkan satu hal: masih ada aparat peradilan, khususnya hakim, yang belum melek teknologi. Padahal, penguasaan teknologi—terutama untuk melayani pencari keadilan—adalah hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi. Karena itu wajar bila MA dan empat lingkungan peradilan di bawahnya kini sangat memperhatikan pengembangan dan penguasaan Teknologi Informasi. Di lingkungan Peradilan Agama, pengembangan TI sudah diimplementasikan dengan membangun website, SIADPA, dan SIMPEG. Berdasarkan data terkini, dari 314 PA (ralat - red), yang memiliki website berjumlah 268 (ralat - red). Sedangkan 29 PTA seluruhnya punya website. Tentu, angka-angka itu akan terus bertambah, karena pengembangan TI di PA lainnya akan segera menyusul.
Untuk mempertajam ulasan, Dirjen Badilag memaparkan data-data statistik mengenai perkara prodeo dan sidang keliling. Hal ini bisa dijadikan tolok ukur sejauh mana akses masyarakat terhadap keadilan terpenuhi. “Semakin banyak perkara prodeo dan sidang keliling, semakin bagus. Ini menunjukkan pelayanan kita kepada pencari keadilan semakin maksimal,” kata Dirjen Badilag, dalam forum pertukaran informasi, sebelum berangkat ke Istanbul. Sesungguhnya, konferensi internasional merupakan ajang yang tepat untuk bertukar pengalaman, merumuskan masalah dan menindaklanjutinya dengan kebijakan yang konkrit. Namun lebih dari itu, konferensi ini juga bisa menjadi arena buat unjuk prestasi. Setidaknya, penegak hukum dari belahan bumi lainnya bisa mengetahui kemajuan-kemajuan yang berhasil digapai Peradilan Agama. Di era sekarang yang sangat menjunjung transparansi, mempromosikan hasil-hasil perubahan merupakan keniscayaan. Pakar pemasaran Hermawan Kertajaya pernah menyatakan, promosi wajib dilakukan bila suatu produk atau suatu lembaga ingin dikenal orang. Institusi yang sudah berbenah tapi enggan promosi, kata dia, ibarat seorang gadis yang sudah bersolek cantik tetapi tak beranjak dari kamarnya yang gelap. Lantas, siapa yang bisa mengagumi kecantikan gadis itu? |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
