Pengguna Posbakum Membludak Hingga 340 Persen
 Cate Sumner sedang menginformasikan peningkatan pengguna Posbakum Jakarta| badilag.net Senin (22/08/2011), Dirjen Badilag, Wahyu Widiana dikunjungi oleh Cate Sumner (nama yang tidak asing lagi bagi warga PA) dan Sonja Litz, Penasehat Senior dari Bank Dunia, di ruang kerjanya. Maksud kedatangan Cate dan Sonja untuk membicarakan kemajuan-kemajuan pelaksanaan Posbakum yang telah berjalan sejak bulan Maret 2011.
Wahyu Widiana didampingi oleh Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama, Sayyed Usman, Azhari dari Bagian Perencanaan dan Keuangan, Umiati, dari Sub Direktorat Bimbingan dan Monitoring beserta Rahmat Arijaya, Staf Khusus Urusan Luar Negeri. Cate menceritakan pengalamannya berkunjung ke PA Palembang beberapa hari yang lalu untuk melihat pelaksanaan Posbakum.
“It is really fantastic and impressing,” ujar Cate penuh kegembiraan.
Menurut Cate, pelaksanaan Posbakum di PA Palembang sudah baik. Pemerintah lokal juga mendukung dengan memberikan beberapa bantuan untuk menyukseskan Posbakum. Masyarakat di sana sangat antusias terhadap keberadaan Posbakum. Karena tidak sulit untuk mendapatkan pelayanan tersebut. Bila seseorang tidak memiliki SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dapat membuat pernyataan bahwa ia benar-benar tidak mampu.
Cate menunjukkan kekaguman dan kegembiaraan yang luar biasa. Pasalnya, data yang disodorkan oleh Wahyu Widiana tentang Posbakum memang sangat mencengangkan. Betapa tidak, layanan Posbakum untuk tahun 2011 telah jauh melebihi target. Saat ini setelah 5 bulan berjalan, sudah ada 16.390 layanan sementara target untuk tahun 2011 berjumlah 11.553.
“Fantastic, very fantastic,” untuk kesekian kalinya Cate berujar demikian.
Bila dalam waktu lima bulan Posbakum berjalan telah ada 16.390 layanan, berarti rata-rata perbulannya sekitar 3.278 layanan. Akan dapat dengan mudah diproyeksikan, dalam satu tahun akan ada 39.336 layanan. Itu berarti terdapat kenaikan sebesar 340% atau 3,4 kali lipat dari target awal.
Memang pantas Cate begitu gembira. Walaupun Posbakum termasuk hal baru bagi peradilan agama, tetapi telah mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Karenanya, Cate berharap agar anggaran untuk Posbakum dapat meningkat untuk tahun depan. Memperjuangkan Kenaikan Anggaran Merespon harapan Cate tersebut, Wahyu Widiana menjelaskan bahwa saat ini Badilag sedang berjuang keras agar anggaran untuk Posbakum bisa meningkat.
“Hal ini dikarenakan jumlah layanan telah melebihi target dan juga karena akan ada 46 PA baru penyedia layanan Posbakum,” jelas Wahyu Widiana kenapa harus ada peningkatan anggaran tersebut.  Wahyu Widiana didampingi Sayed Usman berdiskusi dengan Cate dan Sonja Wahyu Widiana juga menegaskan bahwa Posbakum ini akan menjadi fokus penting. Menurutnya, implementasi Posbakum memiliki dasar landasan yang sangat kuat, karena diamanatkan oleh Undang-undang.
Azhari, menjelaskan bahwa Badilag sedang mengusulkan new initiative budget untuk 46 PA calon penyedia Posbakum untuk tahun depan.
“Usulan tersebut saat ini dalam proses, mungkin dalam waktu dekat akan ada rapat-rapat penting membahas hal tersebut,” ujar Azhar menjawab pertanyaan Cate yang sangat antusias.
Untuk mewujudkan kenaikan anggaran Posbakum, Sonja dan Cate akan mendukung dan membantu Badilag. Menurutnya, Pemerintah perlu diyakinkan tentang pentingnya kenaikan anggaran tersebut dengan memperlihatkan data-data yang luar biasa.
“Dari data tersebut, sesungguhnya tergambar bahwa masyarakat betul-betul membutuhkan Posbakum,” lanjut Cate.
Cate juga menginformasikan bahwa dalam waktu dekat akan ada workshop tentang Posbakum dan akan mengundang sekitar belasan PA penyedia Posbakum. Ini dimaksudkan untuk berbagi pengalaman kepada yang lain.
Di akhir pembicaraan, Wahyu Widiana memberikan apresiasi kepada Cate dan Sonja atas kunjungannya.
(Arijaya) |