Implementasi Pelaksanaan Aplikasi SIADPA di Awal Tahun 2012
 Tampak Dirjen Badilag (tengah) di dampingi sebelah kiri Drs. Hidayatullah. MS, MH dan sebelah kanan Drs. Zainudin Fajari, SH, MH “Modal nekat” demikianlah kira-kira perumpamaan Direktur jenderal Badan Peradilan Agama untuk “gebrakan-gebrakan” Badilag dalam rangka meningkatkan kinerja peradilan agama. Hal tersebut beliau sampaikan pada acara pembukaan penyempurnaan dan pengesahan aplikasi SIADPA/SIADPTA Plus yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Ditjen Badilag MARI dari tanggal 20 s.d 22 Desember 2011 di Bandung.
Ungkapan yang beliau utarakan di depan 34 peserta yang terdiri dari Hakim, Panitera, Panitera Pengganti, Panitera Muda, Jurusita maupun pelaksana admin tersebut, juga menjadi bentuk kebanggaan terhadap pengembangan aplikasi SIADPA yang selama ini tidak ada anggaran khusus namun dapat mengembangkan sebuah aplikasi manajemen keperkaraan di lingkungan peradilan agama yang memposisikan Peradilan Agama pada posisi yang patut dibanggakan dalam hal penyelesaian administrasi keperkaraannya. Rasa bangganya, beliau titik beratkan pada keberhasilan pencapaian peningkatan kinerja aparatur peradilan agama melalui sarana kerja yang dapat dipenuhi dengan “modal” yang evisien untuk lingkup Pengadilan dan Pengadilan Tinggi Agama seluruh indonesia. Menurutnya, keberhasilan ini dicapai dengan penanaman motivasi yang tepat sehingga seluruh personil di lingkungan Peradilan Agama merasa memiliki dan bangga terhadap aplikasi SIADPA/SIADPTA Plus dan dalam pemanfaatannya tidak terbebani apikasi tersebut.  |  | Para peserta penyempurnaan dan pengesahan aplikasi SIADPA | Salah satu faktor mengapa peradilan agama bisa sangat maju, karena penanaman “nilai” seperti nilai solidaritas, kebersamaan, saling menghormati, berfikiran positif dan nilai-nilai islami lainnya di peradilan agama sangat bagus. Oleh karenanya kondisi yang sudah baik ini untuk terus dipelihara agar “label” yang terlanjur di tempelkan pada peradilan agama sebagai peradilan yang baik akan tetap baik dan menjadi lebih baik lagi. Dalam kesempatan tersebut Ditjen Badilag berharap kepada semua satuan kerja baik PA maupun PTA untuk tetap aktif dalam memberikan motifasi kepada aparaturnya melalui bimbingan dan pelatihan yang memadai sehingga baik aparat maupun institusinya menjadi “kader” bukan hanya sebagai kader pembaharuan administrasi keperkaraan dalam hal ini aplikasi SIADPA, tapi juga untuk penanaman nilai-nilai luhur dan hal yang lain bagi seluruh peradilan di indonesia, karena apabila peradilan agama maju dan peradilan lainnya juga maju, maka Mahkamah Agung juga akan maju Pada sesi terakhir, 4 komisi yang telah dibentuk sebelumnya mempersentasikan hasil kerjanya di Hotel Topas Bandung pada tanggal 1 s.d 9 Desember 2011. Materipresentasi meliputi, tutorial dan silabus, aplikasi pelaporan, panduan dan payung hukum serta standarisasi variabel. |