Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI

Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI
KPTA Kep. Bangka Belitung

Pilih Bahasa

English Arabic Japanese Indonesian

Standard Operation Procedure

Bagian Kepaniteraan
Bagian Kesekretariatan

Pedoman Perilaku Hakim

Pedoman Perilaku Hakim

Informasi Pegawai

Profil Pegawai
Job Description

Transparansi Anggaran

Transparansi Anggaran

Daftar Aset Pengadilan

Barang Milik Negara

Info Perkara

     MAHKAMAH AGUNG RI
     PTA BABEL
     PA PANGKALPINANG
     PA SUNGAILIAT
     PA TANJUNGPANDAN

Form Login






Kata Sandi hilang?

Pengunjung Online

Saat ini ada 9 tamu online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini167
mod_vvisit_counterKemarin200
mod_vvisit_counterMinggu ini367
mod_vvisit_counterBulan ini1185
mod_vvisit_counterTotal221160

Sindikasi

Anda disini:  Beranda

Puasa Sunnah Enam Hari Di Bulan Syawal PDF Cetak E-mail
Dimuat Oleh Wasisto   
Selasa, 07 Oktober 2008

Dari Abu Ayyub r.a, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa puasa pada bulan Ramadhan, kemudian ia lanjutkan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa selama satu tahun (HR. Muslim).

Setelah kita berpuasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan, diselingi dengan hari raya, lalu kemudian kita dianjurkan untuk berpuasa selama enam hari di bulan Syawal dengan imbalan nilai pahala yang begitu besar, seolah-olah berpuasa selama satu tahun.

Berpuasa satu bulan pada bulan Ramadhan sama nilainya dengan 10 bulan, dan enam hari berpuasa pada bulan Syawal sama nilainya dengan 60 hari (dua bulan), berarti nilainya sama dengan puasa satu tahun penuh.

Orang yang membiasakan diri berpuasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, antara lain :

1.     Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa satu tahun penuh.

2.     Puasa enam hari di bulan Syawal bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah.

3.      Membiasakan puasa enam hari di bulan Syawal menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah SWT menerima amal seorang hamba  pasti ia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya.

 

Oleh karena itu semoga saja di bulan yang baik ini kita selalu dianugerahi kesehatan oleh Allah SWT agar kita mampu mengerjakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal yang merupakan bagian dari kebiasaan Rosulullah SAW dalam melepas kepergian bulan suci Ramadhan, sehingga kita mampu meraih sebanyak-banyaknya ridha Allah SWT.(sis)

Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 27 Oktober 2008 )
 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya
Advertisement