

| PA Pangkalpinang |
| PA Sungailiat |
| PA Tanjungpandan |
| Puasa Sunnah Enam Hari Di Bulan Syawal |
|
|
|
| Dimuat Oleh Wasisto | |
| Selasa, 07 Oktober 2008 | |
|
Dari Abu Ayyub r.a, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa puasa pada bulan Ramadhan, kemudian ia lanjutkan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia berpuasa selama satu tahun (HR. Muslim). Setelah kita berpuasa selama satu bulan penuh di bulan suci Ramadhan, diselingi dengan hari raya, lalu kemudian kita dianjurkan untuk berpuasa selama enam hari di bulan Syawal dengan imbalan nilai pahala yang begitu besar, seolah-olah berpuasa selama satu tahun. Orang yang membiasakan diri berpuasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, antara lain : 1. Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan pelengkap dan penyempurna pahala dari puasa satu tahun penuh. 2. Puasa enam hari di bulan Syawal bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. 3. Membiasakan puasa enam hari di bulan Syawal menandakan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Allah SWT menerima amal seorang hamba pasti ia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Oleh karena itu semoga saja di bulan yang baik ini kita selalu dianugerahi kesehatan oleh Allah SWT agar kita mampu mengerjakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal yang merupakan bagian dari kebiasaan Rosulullah SAW dalam melepas kepergian bulan suci Ramadhan, sehingga kita mampu meraih sebanyak-banyaknya ridha Allah SWT.(sis) |
|
| Pemutakhiran Terakhir ( Senin, 27 Oktober 2008 ) |
| < Sebelumnya |
|---|

|
Kehadiran situs web PTA Babel ini, disamping meningkatkan pelayanan kepada pencari keadilan, juga dapat memberikan pencitraan yang positif bagi provinsi Bangka Belitung di pentas regional dan global. Demikian kata H. Eko Maulana Ali (Gubernur Kep Bangka Belitung) saat Launching website pta Babel tanggal 3 April 2008 |
