Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI

Drs.H.Djafar Abd Muchith, SH, MHI
KPTA Kep. Bangka Belitung

Pilih Bahasa

English Arabic Japanese Indonesian

Pedoman Perilaku Hakim

Pedoman Perilaku Hakim

Info Pengawasan

Daftar Pengawasan
LHKPN

Info Perkara

     MAHKAMAH AGUNG RI
     PTA BABEL
     PA PANGKALPINANG
     PA SUNGAILIAT
     PA TANJUNGPANDAN

Form Login






Kata Sandi hilang?

Pengunjung Online

Saat ini ada 10 tamu online

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini164
mod_vvisit_counterKemarin253
mod_vvisit_counterMinggu ini920
mod_vvisit_counterBulan ini4228
mod_vvisit_counterTotal239855

Sindikasi

Anda disini:  Beranda

Reformasi Peradilan Agama Dipublikasikan Pada Jurnal Internasional Terbitan Amerika Serikat PDF Cetak E-mail
Dimuat Oleh hadi   
Rabu, 04 Januari 2012

Reformasi Peradilan Agama Dipublikasikan
Pada Jurnal Internasional Terbitan Amerika Serikat

Jakarta, Badilag.net |3-1-2012|
Keberhasilan reformasi peradilan agama kembali dipublikasikan secara internasional. Kali ini International Journal of Court Administration (IJCA) yang mempublikasikannya, pada edisi Desember 2011 yang baru lalu. IJCA  merupakan jurnal terbitan International Association for Court Administration (IACA) yang berkedudukan di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat.

Yang dipublikasikan itu adalah sebuah artikel, sebanyak 14 halaman, yang merupakan ringkasan dari Buku “Courting Reform”, yang ditulis Cate Sumner dan Prof Tim Lindsey. Sebagaimana banyak diberitakan pada situs ini, buku yang berisi tentang keberhasilan reformasi peradilan agama dan program “justice for the poor”nya itu diterbitkan di Australia dan diluncurkan di Sydney, Desember 2010.

Beberapa waktu lalu, Cate Sumner menceriterakan kepada Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, bahwa bukunya, “Courting Reform”, diminta oleh IACA untuk diterbitkan pada jurnalnya. Dan, tepat 1 Januari 2012, Dirjen menerima sms dari Cate Sumner bahwa jurnal IACA itu telah memuatnya pada edisi akhir tahun 2011.

 

Itulah sebabnya, Dirjen menyebut pemuatan artikel pada jurnal IACA sebagai “Kado Tahun Baru 2012 Buat Peradilan Agama”. Dirjenpun nampaknya langsung menulis ceritera tentang kado ini yang dimuat pada “Pojok Pak Dirjen”, dan sudah dipublikasikan sejak tadi (3/1) siang.

Sambutan dan Perhatian IACA

Dirjenpun kemarin (2/1) pagi langsung mengirim email kepada pihak IACA, Cate Sumner dan Prof Tim, mengucapkan terima kasih atas pemuatan artikel itu.

Pihak IACA, secara langsung pula membalas email Dirjen. “Thank you for your note”, tulis Markus B Zimmer, Ketua Dewan Penasehat IACA, di awal emailnya, yang dikirimkan dari Amerima Serikat.

Markus, yang juga sebagai Presiden Pendiri IACA, sudah beberapa kali datang ke Badilag dan mengunjungi PA-PA, seperti PA Jakarta Utara dan PA Balikpapan. Markuspun pernah diundang sebagai pembicara pada kegiatan Badilag English Meeting Club, ke 8 , pada bulan April 2011.

Doctor lulusan Harvard University Amerika Serikat ini menyatakan tertarik terhadap reformasi yang dilakukan di lingkungan peradilan agama. “I had previously read Cate and Tim’s booklet and was so impressed by it …”, katanya, menyatakan kekagumannya terhadap apa yang telah ditulis oleh Cate Sumner dan Prof Tim Lindsey.

Markus B Zimmer, kanan, bersama Dirjen Badilag Wahyu Widiana dan David Anderson, kiri, pada Acara Badilag English Meeting Club ke 8, April 2011.

Lebih jauh ia menyatakan dalam emailnya, “It provides important information regarding religious courts, and I am hopeful that readers in other countries with religious courts will read and learn from it”.

Jelas bahwa Markus, sebagai tokoh terkemuka di IACA dan yang pernah bekerja dengan para tokoh legislatif, eksekutif dan yudikatif di 25 negara, telah melihat banyak hal yang menarik dari buku “Courting Reform”. Markus juga yang minta agar buku itu diringkas menjadi sebuah artikel untuk diterbitkan pada jurnal IACA. Ia mengharapkan agar para pembaca dari negara-negara lain dapat mempelajarinya dari apa yang ditulis dari buku itu.

Memang nampak sekali, beberapa tahun terakhir ini, peradilan agama banyak mendapat perhatian dari Asosiasi Internasional yang didirikan tahun 2005 di Amerika Serikat ini. Dua kali Badilag diminta untuk menjadi pembicara pada konferensi internasional dan regionalnya, di Turki (2009) dan di Bogor (2011). Di samping itu, komunikasi antara Badilag dengan tokoh-tokoh IACA, baik yang berasal dari Amerika Serikat maupun dari Australia,  seringkali dilakukan.

Komentar Dirjen

Ketika Badilag.net meminta komentar atas pemuatan artikel peradilan agama pada jurnal internasional itu, Dirjen Wahyu Widiana menyatakan rasa syukur, senang, sekaligus kekhawatirannya.

Syukur, karena apa yang telah dilakukan oleh kalangan peradilan agama selama ini dihargai orang.  Senang, karena hal yang positif dari peradilan agama diinformasikan kepada masyarakat yang lebih luas lagi. Dan, khawatir jika apa yang terjadi di lapangan, di PA-PA dalam kenyataannya, masih banyak hal yang tidak sesuai dengan apa yang ditulis dalam jurnal itu.

Namun demikian, Dirjen optimis, seluruh jajaran peradilan agama, dari tingkat Badilag, pengadilan tingkat banding dan pengadilan tingkat pertama, akan selalu memelihara bahkan meningkatkan apa yang telah diraih selama ini.

“Kita harus bertekad dan optimis, tahun 2012 harus lebih maju dari tahun 2011. Insya Alloh.”, kata Dirjen penuh semangat. (Adli Minfadli Robby).

 

 

Add comment


Security code
Refresh

< Sebelumnya   Berikutnya >