

| Portal Layanan Publik |
| PA Pangkalpinang |
| PA Sungailiat |
| PA Tanjungpandan |
| Setelah Dibedah, SMS Gateway Langsung Diperbaiki |
|
|
|
| Dimuat Oleh ade | |
| Jumat, 30 Juli 2010 | |
SMS Gateway DiperbaikiKini PA dengan Saldo Awal Nol Juga Bisa MelaporKetua Tim Penyusun SMS Gateway, Hemiwan, sedang memaparkan aplikasi yang dikembangkannya.Jakarta l badilag.net Menindaklanjuti laporan dari satker-satker di daerah, Badilag mengadakan rapat khusus untuk membedah aplikasi SMS Gateway. Bertempat di Gedung Badilag, Kamis (29/7/2010), rapat ini menghadirkan nara sumber dari tim penyusun aplikasi SMS Gateway. Tim ini ditunjuk oleh MA dan IA-LDF. Mereka terdiri dari konsultan dan progammer. Para peserta rapat ini berasal dari Direktorat Pembinaan Administrasi dan Tim IT Badilag. “Kita berusaha obyektif dalam memberikan penilaian. Tidak fair kalau kita menyalahkan kawan-kawan di daerah, tetapi ternyata aplikasi ini kenyataannya memang perlu diperbaiki sesuai tujuan kita,” kata Dirjen Badilag Wahyu Widiana. Karena itu, Dirjen meminta para peserta rapat untuk merinci kondisi obyektif aplikasi yang digunakan untuk melaporkan perkara prodeo dan sidang keliling ini Selama ini, satker di daerah kerap mengeluhkan laporan mereka yang ‘ditolak’ oleh aplikasi ini. Misalnya, dengan saldo awal nol, otomatis mereka tidak bisa melaporkan jumlah perkara prodeo dan sidang keliling. Padahal, Badilag mewajibkan satker-satker untuk mengirim laporan, sekalipun sebuah satker tak pernah menggelar perkara prodeo dan sidang keliling. Ketua Tim Penyusun Aplikasi SMS Gateway Hemiwan mengatakan, semula aplikasi ini disusun untuk melihat progress report pencairan anggaran DIPA. Saldo awalnya harus ada, yaitu sejumlah uang yang disebutkan dalam DIPA. “Jadi awalnya aplikasi ini ditujukan untuk PA-PA yang mempunyai anggaran prodeo dan sidang keliling. Konsekwensinya, PA-PA yang tidak memiliki anggaran prodeo dan sidang keliling tidak dapat mempergunakan aplikasi ini. Tidak lain, karena saldo awal tidak boleh nol,” kata Hemiwan. Hal ini mengakibatkan prosentase satker yang melaporkan perkara prodeo dan sidang keliling sangat minim. Ini bisa dilihat dari tabel berwarna merah dan hijau yang bisa ditengok di website. Dirjen Badilag memetakan satker-satker yang sudah dan belum melaporkan perkara prodeo dan sidang keliling melalui SMS Gateway.Asumsi awal yang muncul, satker-satker di daerah kurang patuh dalam memberikan laporan via SMS Gateway. “Setelah kita tahu kondisi riil aplikasi SMS Gateway, sekarang asumsi tadi perlu dirubah. PA-PA bukannya tidak patuh, tapi masalahnya adalah tidak semua PA dapat mengirimkan laporannya. Sebab, memang anggaran prodeo dan sidang keliling untuk tahun 2010 tidak diberikan kepada seluruh PA,” Dirjen menguraikan. Hal lain yang mendapat sorotan ialah jumlah perkara dan jumlah sidang. Misalnya, satker-satker di daerah sering bertanya: yang dilaporkan itu sebenarnya jumlah sidang keliling selama sebulan atau jumlah perkara yang di-sidang keliling-kan selama sebulan? Pertanyaan ini penting, sebab berkaitan dengan perhitungan biaya. Hemiwan mengatakan, baik laporan perkara prodeo maupun sidang keliling menunjukkan tentang jumlah perkara yang disidang pada bulan tertentu. “Jadi, satuannya adalah jumlah perkara yang disidangkan pada bulan tertentu, bukan frekwensi sidang,” ujarnya. Kenyataannya, satu perkara dengan nomor register tertentu membutuhkan dua-tiga kali sidang, bahkan kadang lebih dari itu. Di sisi lain, SMS Gateway tidak menyediakan fasilitas pelaporan jumlah perkara berdasarkan nomor registernya. Hal ini menimbulkan kesukaran tersendiri bila hendak menghitung jumlah perkara yang disidangkan selama setahun. Berapa sesungguhnya jumlah perkara---berdasarkan nomor registernya—tidak dapat diketahui dengan pasti. Ini karena satu perkara dapat dilaporkan berkali-kali pada bulan yang berbeda jika perkara tersebut belum selesai. Inventarisasi Masalah Hemiwan mengakui bahwa aplikasi yang dikembangkan timnya perlu diperbaiki untuk disesuaikan dengan kebutuhan PA-PA. Bila hendak digunakan untuk mengetahuai jumlah perkara prodeo dan sidang keliling setiap tahu, mau tak mau sistem ini harus disempurnakan. “Kami tegaskan kembali, semula sistem ini lebih dimaksudkan untuk mengetahui berapa penyerapan anggaran DIPA untuk perkara prodeo dan sidang keliling,” kata Hemiwan. Dia menambahkan, pelaporan biaya perkara melalui SMS tidak mengalami kendala sebab tiap PA pasti memiliki kegiatan yang berhubungan dengan biaya perkara. Para peserta rapat turut menyumbangkan gagasannya demi perbaikan SMS Gateway di masa mendatang.Hingga semester pertama tahun 2010, ungkap Hemiwan, SMS Gateway memang belum pernah dibedah hinga ke detil-detilnya. Karena itu, pihaknya mengapresiai keluhan dari satker-satker selaku pengguna aplikasi ini. “Ide awalnya, SMS Gateway ini untuk memudahkan dalam pelaporan. SMS bisa digunakan untuk bermacam-macam, bahkan bermain kuis. Kami berpikir, SMS pasti juga bisa dikembangkan untuk pelaporan di pengadilan,” tutur Hemiwan. Pihaknya menyadari, SMS Gateway hanya cocok untuk laporan yang pendek atau ringkas. “Kalau ingin lebih rinci, saya lebih menyarankan pakai website,” imbuhnya. Langsung diperbaiki Dirjen Badilag meminta tim penyusun SMS Gateway agar segera mengatur aplikasi yang dikembangknya sedemikian rupa supaya satker-satker yang saldonya nol tetap bisa melaporkan perkara prodoe dan sidang keliling. “Meskipun kita tahu, pasti laporannya nol juga. Tidak apa-apa. Pokoknya, ada atau tidak ada, harus dilaporkan. Ini supaya kita tahu prosentase yang sesungguhnya sekaligus tahu PA mana saja yang tidak memiliki anggaran prodeo dan sidang keliling,” Dirjen menegaskan. Permintaan Dirjen langsung disanggupi tim penyusun SMS Gateway. Sejak hari ini, PA-PA yang tidak memiliki anggaran untuk perkara prodeo dan sidang keliling (PA-PA yang saldo awalnya nol) dapat memberikan laporannya walaupun nol. Dirjen sangat menghargai gerak cepat ini. “Meski demikian, kami juga mengharapkan agar dalam waktu dekat ini dilakukan perbaikan-perbaikan yang lebih menyeluruh agar sesuai dengan kebutuhan kami,” Dirjen menambahkan. Dirjen mengapresiasi Di akhir pertemuan, Dirjen menyatakan apresiasinya kepada penggagas dan penyusun aplikasi ini. Sebab, diakui Dirjen, aplikasi ini sangat membantu program-program Badilag, khususnya program justice for all. Dirjen juga memberikan apresiasi kepada jajaran PA/PTA yang telah memberikan perhatian besar terhadap sistem pelaporan berbasis SMS ini. “Kita terus upayakan yang terbaik. Jakarta yang menentukan kebijakan dan menyediakan fasilitas, saudara-saudara di daerah yang melaksanakan dan melaporkannya. Dengan demikian program justice for all yang mulia ini dapat terlaksana dengan baik,” tutur Dirjen. Dirjen tetap mengharapkan masukan-masukan di daerah. Sebab, masukan-masukan dari daerah selaku pengguna langsung SMS Gateway diperlukan untuk menjadikan aplikasi ini lebih sempurna. Di samping itu, Dirjen juga mengharapkan PA-PA tetap konsisten mengirimkan laporannya. “Saya harap PA-PA yang mempunyai anggaran perkara prodeo dan sidang keliling terus memberi laporan dengan aplikasi SMS Gateway ini. Dan PA-PA yang belum ada anggaran untuk perkara prodeo dan sidang keliling perlu juga melengkapi laporan tiap bulan sebab sekarang aplikasi ini dapat menerima laporan yang saldo awalnya nol,” kata Dirjen. Sembari menunggu perbaikan aplikasi ini lebih menyeluruh, menurut Dirjen, PA-PA tetap bisa memberikan laporannya seperti biasa. “Tidak apa-apa kita menambah yang sudah ada dan mengulang pelaporan demi kebaikan kita bersama,” tuturnya. Setelah rapat ini, dijadwalkan kedua pihak akan membahas persoalan ini pekan depan. Masing-masing pihak akan menginventarisasi masalah yang dihadapi sekaligus merumuskan jalan keluarnya. Pembahasan akan dilakukan lebih komprehensif sehingga menghasilkan solusi untuk jangka panjang. |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

|
Kehadiran situs web PTA Babel ini, disamping meningkatkan pelayanan kepada pencari keadilan, juga dapat memberikan pencitraan yang positif bagi provinsi Bangka Belitung di pentas regional dan global. Demikian kata H. Eko Maulana Ali (Gubernur Kep Bangka Belitung) saat Launching website pta Babel tanggal 3 April 2008 |
